info beasiswa

December 22, 2007

dari seorang kawan seperjuangan

Tolong disebarkan untuk mereka yang berhak dan membutuhkan. Lebih
lengkap
dapat dilihat di www.lpi-dd.net

Sekolah Unggulan, berasrama dan bebas biaya, membuka pendaftaran

SMART Ekselensia Indonesia adalah sekolah tingkat menengah berasrama
dan
bebas biaya yang berada di bawah naungan Lembaga Pengembangan Insani
(LPI)
Dompet Dhuafa. Didirikan pada tahun 2004, sekolah ini telah memiliki
siswa
didik berjumlah 137 untuk 4 angkatan.

Sekolah yang diperuntukkan bagi anak-anak dari kalangan dhuafa yang
berprestasi dari seluruh Indonesia ini digagas untuk meningkatkan
harkat
dan derajat kaum dhuafa melalui program pendidikan dan pembinaan yang
komprehensif dan berkesinambungan. Diharapkan, setelah melalui proses
pendidikan dan pembinaan di SMART EI, setiap siswa memiliki bekal
berkarya
untuk bangsa, negara dan agamanya.

Proses seleksi hingga kedatangan calon siswa, serta pendidikan selama
berada di kampus SMART EI, tidak dipungut biaya apapun.

Persyaratan Umum
1) Berasal dari keluarga dhuafa (sesuai kriteria Dompet Dhuafa )
2) Laki-laki
3) Lulus/Tamat SD atau sederajat
4) Bersedia untuk mengikuti program belajar 5 tahun atau hingga
selesai
5) Memeroleh izin dari orang tua/wali
6) Memiliki prestasi akademik, dengan kriteria
7) Mendapat Rangking 1-5 di Kelas IV—VI
Rata-rata Nilai Rapor minimal 7,0 dan Rapor tidak ada nilai 5
9) Memiliki prestasi kegiatan pendukung, seperti olah raga, kesenian,
organisasi, atau keterampilan Bersedia mengikuti seluruh tahapan
seleksi
sesuai dengan ketentuan yang berlaku
10) Berbadan sehat dan tidak memiliki penyakit menular

Persyaratan Khusus
1) Mengisi formulir pendaftaran calon peserta seleksi
2) Fotokopi rapor kelas IV — VI yang telah dilegalisir oleh
sekolah asal.
3) Fotokopi ijasah/STTB/ STK
4) Fotokopi piagam penghargaan/ sertifikat
5) Surat keterangan tidak mampu dari Dewan Kesejahteraan Masjid
(DKM).
6) Surat Keterangan Gaji/Penghasilan orang tua/wali dan/atau anggota
keluarga yang menopang/ikut membantu pendapatan keluarga dari RT
atau RW
atau Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) setempat.
7) Surat pernyataan/izin mengikuti pendidikan di SMART EI dari orang
tua
Fotokopi rekening listrik 2 bulan terakhir
9) Fotokopi KTP/Surat Keterangan Domisili Tetap dari RT atau RW.
10) Fotokopi Kartu Keluarga/KK.
11) Pas Foto Calon Peserta ukuran 4 X 6 sebanyak 4 lembar.

Waktu dan Tempat Pendaftaran
Pendaftaran dibuka mulai tanggal 01 Januari sampai dengan tanggal 28
Februari 2008. Peserta dapat mendaftarkan diri di di Panitia Daerah
yang
terdekat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Panitia Nasional Seleksi SMART Ekselensia Indonesia
Bumi Pengembangan Insani,
Jl. Raya Parung Bogor Desa Jampang Kec. Kemang
Kabupaten Bogor—Jawa Barat 16330
Telp. 0251-610817 /610 818 Ext 11
www.lpi-dd.net

Panitia Daerah Seleksi SMART Ekselensia Indonesia
Daerah Seleksi : Bali
Bapak Hendry Sulistiono
LAZ DSM BALI
Jl. Diponegoro No. 157 Sangrah, Denpasar – Bali
Telp: 0857 3711 1100/ 0813 3812 3124/ 0361-855 7285

Daerah Seleksi : Banten
Ibu Sifa/ Bapak Ade
KONSORSIUM PEMBAHARU BANTEN
Jl. KM Idris No. 54 Neglasari Timur Rt 04/ Rw 13 Benggala, Serang
Banten
42117
Telp: 0856 9236 4906/ 0254-209392

Daerah Seleksi: Bogor
Bapak Setia Budi/ Asep Nurhalim
ETOS BOGOR
Jl. Babakan Tengah RT 02/ Rw 08 No. 107 Desa babakan Tengah Kecamatan
Darmaga 16680
Telp: 0818 0895 5849/ 0813 1515 0768

Daerah Seleksi: Jakarta
Bapak Abdurrahman
ETOS JAKARTA
Jl. Kedoya No. 39 Rt 01/ Rw 02 Pd. Cina Depok 16424
Telp: 0813 1084 5934

Daerah Seleksi: Gorontalo
Bapak Sumantimaku
YAYASAN AYATUL IKHWA
Jl. Limboto Raya No. 15 Ds. Tuladenggi Kec. Telaga Biru Gorontalo
96181
Telp: 0813 1659 2022/ 0435-838950

Daerah Seleksi: Bandung
Bapak Yudi Supriatna
DOMPET DHUAFA BANDUNG
Jl. Pasirkaliki No. 143 Lantai II Bandung – Jawa Barat 40173
Telp: 0813 2299 9211/ 022-6032281

Daerah Seleksi: Semarang
Bapak Efendi Nugroho
ETOS SEMARANG
Jl. Timoho III No. 30 Tembalang Semarang- Jawa Tengah
Telp: 0815 7509 0400/ 0817 954 1858/ 024-76482311

Daerah Seleksi: Surabaya
Ibu Nurul Aisyah
ETOS SURABAYA
Jl. Arif Rahman Hakim No. 58 B Sukolilo Surabaya-Jawa Timur
Telp. 0817 934 0271/ 031-71074803

Daerah Seleksi: Banjarbaru
Bapak Qomarudin Sukri
INTELLECTUAL MOSLEM YOUTH COMMUNITY (IMYCo)
Jl. Putri Junjung Buih Gg. Kelinci II No. 4 Banjar Baru-Kalsel 70511
Telp. 0812 9933 284/ 0511-7751720

Daerah Seleksi: Pontianak
Bapak Duin/ Kiryan
DOMPET UMMAT
Jl. Tanjungsari NO. 40 Pontianak-Kalimanta n Barat
Telp: 0561-7032360/ 735978

Daerah Seleksi: Balikpapan
Bapak Kamaludin
DOMPET DHUAFA KALTIM
Jl. Mr. Iswahyudi No. 10 Rt 56 Sepinggan Gunung Bahagia Balikpapan -
Kaltim
Telp: 0813 1761 6260/ 0542-7209738

Daerah Seleksi: Lampung
Bapak Juperta Panji Utama
LAZ LAMPUNG PEDULI
Jl. S. Parman 19 Palapa Tanjung Karang Pusat, Bandar lampung 35113
Telp: 0815 4048 877/ 0721-267582

Daerah Seleksi: Tual-Ambon
Bapak Musalim Temawut
YAYASAN DARUL ISTIQOMAH
Jl. Tanah Putih Utara No. 3 Rt 03/ Rw 04 Kel. Lodar Tual – Maluku
Tenggara
Telp: 0852 4301 2050/ 0916-21705

Daerah Seleksi: Kupang
Bapak Muhsin Thalib
YAYASAN IBADURRAHMAN
Jl. Keuangan Negara No. 32 Kupang – NTT
Telp: 0813 3941 7280/ 0380-882046

Daerah Seleksi: Sorong
Bapak Daeng Risabang/ Said Karim
SDIT AL- IZZAH
Komplek Masjid Agung Al- Akbar Sorong – Papua Barat
Telp: 0813 4390 9221/ 0813 4441 6886

Daerah Seleksi: Jayapura
Bapak Juandi
YAYASAN AS-SALAM PAPUA JAYAPURA
Jl. Raya Abepura No. 3A Entrop Jayapura Selatan 99224
Telp: 0813 4440 3303/ 0967-551904

Daerah Seleksi: Pekanbaru
Bapak Dwi Purwanto
LAZ SWADAYA UMMAH
Jl. Tuanku Tambusai Perkantoran Mella Lt. 2 Blok G No. 5 Pekanbaru
Riau
Telp: 0813 7834 3431/ 0761-572314

Daerah Seleksi: Makassar
Bapak Anwar
ETOS MAKASSAR
Jl. Perintis Kemerdekaan Km 10 Tamalanrea-Makassar 90245
Telp: 0813 4292 5665/ 0411-4772803

Daerah Seleksi: Banggai
Bapak Hidayat Mondarfa
FORUM KOMUNIKASI REMAJA MASJID BANGGAI
Jl. P. Komodo No. 39 Kel. Simpong Kec. Luwuk Kab. Banggai Sulawesi
Tengah
Telp: 0815 2476 2220/ 0461-324093

Daerah Seleksi: Kendari
Bapak Lamalesi
YAYASAN BINA DHUAFA SULAWESI TENGGARA
Perumahan Dosen Blok P No. 8 Anduonohu Kendari Sulawesi Tenggara
Telp: 0813 8146 8445/ 0401-392481

Daerah Seleksi: Padang
Bapak Firmansyah
DOMPET DHUAFA SINGGALANG
Jl. Veteran No. 17 padang 25116
Telp: 0751-823 5775/ 705 4086

Daerah Seleksi: Palembang
Ibu Desi/ Ani
DOMPET SOSIAL INSAN MULIA
Jl. Kapten Anwar Sastro No. 20 Komplek Masjid Baitul Miraj Palembang
30129
Telp: 0813 7346 3825/ 0711-7076437

Daerah Seleksi: Medan
Bapak Ir. Simatupang
LAZ PEDULI UMAT WASPADA
Jl. Brigjend Katamso No. 1 Medan 20151 Medan – Sumatera Utara
Telp: 0813 6144 6225/ 061-4511936

Daerah Seleksi: Yogyakarta
Bapak Untoro Wahyu/ Bapak Syafi’i
LEMBAGA ADVOKASI PENDIDIKAN YOGYAKARTA (LAPY)
Jl. Kaliurang Km 6 Pandega Padma II/ 15 Ds. Sinduadi Kec. Mlati Kab.
Sleman
DIY
Telp: 0817 5455 393/ 0274-885127

——————–

———————————–
Fahdi Faaz
Teknik Arsitektur UGM 2004
Ketua Forum Alumni Pelajar Islam SMA 1 Cilacap 2005-2006
Pengisi Rubrik Keliling Kota Harian KOMPAS Yogyakarta
Penerima Beasiswa Prestasi Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis (PPSDMS) Nurul Fikri 2006-2008
mobile phone : 0856 4340 1856
email : king_fahd_arch@yahoo.com ; fahdi_faaz@yahoo.co.uk
greendezign.wordpress.com

AKSI SIMPATIK HARI ANTI KORUPSI SEDUNIA

Oleh : Fahdi Faaz[1]

Hari ahad, 9 desember, pukul 10 pagi hari. Mentari yang menyinari Kota Jogjakarta cukup terik. Langit sangat cerah. Tidak ada awan sedikitpun yang terlihat. Di tengah jalan, terlihat seorang laki-laki mengenakan jas hitam, topi berbentuk telinga tikus, serta moncong kerucut berbentuk merah, menenteng sebuah tas bertuliskan ”uang rakyat”. Di lehernya terapat sebuah tali yang ujungnya berakhir di tangan seorang laki-laki yang mengenakan papan bertuliskan KPK. Sekitar tiga puluh mahasiswa dan mahasiswi yang lain, sibuk mengangkat poster, membagi stiker, buku tentang korupsi, dan pin kepada pengguna jalan. Kaos hitam yang mereka kenakan menyerap panas lebih banyak lagi. Akan tetapi, tulisan ”LAWAN KORUPSI!” berwarna merah menyala di punggung mereka, membangkitkan semangat mereka untuk tidak menghiraukan panas yang menyengat tersebut. Mereka tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada mengadakan aksi simpatik dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh pada hari ahad itu.

 


 

Sejak korupsi ditetapkan oleh PBB sebagai kejahatan kemanusiaan luar biasa (extraordinary humanity crime), berbagai upaya dilakukan untuk melawannya. Aksi simpatik ini merupakan salah satu diantaranya. Aksi ini dilaksanakan di Jalan Abu Bakar Ali, sekitar tiga ratus meter sebelah timur Stasiun Besar Yogyakarta. Dalam aksi ini, sebagian mahasiswa bertugas untuk membawa poster sederhana. Poster ini berisi kecaman terhadap para koruptor dan tuntutan kepada pemerintah agar menindak tegas para koruptor. Sebagian yang lain membawa spanduk besar bertuliskan ”SAY NO TO CORRUPTION!”. Sisanya berjuang menyusup diantara kendaraan-kendaraan yang sedang berhenti, menebarkan senyum, mengajak bicara pengguna jalan, sambil membagikan stiker, buku, dan pin bertuliskan “Aku Bukan Koruptor!”.

Banyak pengalaman menarik yang saya dapatkan ketika mengikuti aksi ini. Di perjalanan, saya melihat seorang perempuan seusia anak sekolah menengah atas, dengan asyiknya membaca buku tentang korupsi itu. Padahal dia sedang membonceng sepeda motor, dan dia tidak berpegang pada apapun ketika membonceng. Ada lagi ketika saya membagikan stiker di bahu selatan jalan, dari bahu utara jalan ada dua orang laki-laki yang kemudian memanggil saya. Rupanya orang tersebut tertarik dengan apa yang kami bagikan. Saya pun segera menghampiri dua orang tersebut, sambil waspada melintasi deretan kendaran yang siap melaju.

Hampir sebagian besar pengguna jalan memberi apresiasi positif terhadap aksi yang kami lakukan. Ada yang kemudian memberi semangat kepada kami, ada pula yang meminta tambahan stiker ataupun pin. Namun tidak semua orang peduli dengan aksi kami. Beberapa kali tawaran saya ditolak langsung. Meskipun sudah saya katakan bahwa aksi ini adalah aksi simpatik terhadap penolakan korupsi, dan dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia.

Sebelum aksi kami berakhir, kami mengadakan long march kecil mengitari bekas gardu listrik peninggalan zaman penjajahan. Kami berjalan beriringan sambil menyanyikan lagu-lagu perjuangan serta meneriakan tuntutan agar para koruptor diadili dan dihukum seberat-beratnya. Aksi kami akhiri dengan pernyataan sikap bersama yang dibacakan oleh Oce Madril, dari Pusat Kajian Anti Korupsi. Dalam pernyataan sikap ini, dinyatakan bahwa meskipun aksi ini kecil, namun hal inilah bentuk nyata yang dapat kami lakukan sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi bangsa dan negara. Predikat negara terkorup di dunia masih melekat erat mengiringi nama Indonesia. Aksi ini hanyalah sebagai sarana kecil untuk mengajak masyarakat untuk menyadari bahaya korupsi. Serta sebagai sarana untuk mengingatkan pemerintah bahwa perjuangan melawan korupsi harus terus menerus dilakukan.

Korupsi sudah bukan hanya tanggung jawab penegak hukum saja, tetapi tanggung jawab semua elemen masyarakat. Kesadaran masyarakat untuk menjadikan korupsi sebagai public enemy harus selalu ditanamkan. Aksi kecil ini merupakan salah satu caranya. Sebagai penutup, aksi ini hanyalah salah satu upaya kecil untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.


[1] Mahasiswa Arsitektur UGM, Aktivis Mahasiswa, Peserta Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis-Nurul Fikri

RAMP HALTE BUS TRANS-JOGJA: UNTUK SIAPA ?

Oleh: Fahdi Faaz

Peserta PPSDMS Nurul Fikri

Mahasiswa Arsitektur Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Semenjak akan diberlakukannya bus Trans-Jogja, pemerintah langsung melakukan berbagai persiapan. Yang paling terlihat adalah dengan adanya pendirian halte bus. Halte bus inilah yang nantinya diharapkan sebagai satu-satunya tempat bus berhenti untuk menaikkan ataupun menurunkan penumpang. Harapannya bus Trans-Jogja dapat beroperasi setelah halte bus ini sepenuhnya selesai dibangun.

Memperhatikan desainnya, kita akan teringat pada halte bus untuk busway Trans-Jakarta. Bentuknya ramping memanjang, sejajar dengan jalan. Material yang digunakan adalah logam sebagai rangka pembentuknya dan kaca sebagai bidang penutupnya. Terkesan sangat modern. Namun halte bus trans-Jogja ini memiliki beberapa perbedaan dengan halte bus Trans-Jakarta. Pertama, nuansa lokal Jogja masih dapat kita temui di halte ini. Atap miring yang digunakan di beberapa halte, mengingatkan kita dengan rumah tradisional Jawa yang kita kenal dengan panggang pe.

Kedua, dominasi warna coklat pada material aluminium yang digunakan membuatnya terlihat lebih dekat dengan alam. Berbeda dengan warna abu-abu pada material halte bus Trans-Jogja yang didominiasi warna abu-abu. Ketiga, busway Trans-Jakarta memiliki jalur khusus dan calon penumpang masuk dari arah kanan. Sedangkan bus Trans-Jogja nantinya tidak memiliki jalur khusus dan calon penumpang tetap naik dari arah kiri. Seperti halnya halte bus Trans-Jakarta, lantai halte ini lebih tinggi dari muka jalan, dengan harapan penumpang tidak kesulitan ketika akan memasuki bus. Untuk mencapainya pun disediakan tangga dan ramp.

Nah, perbedaan selanjutnya adalah ramp. Ramp adalah suatu bidang miring yang menghubungkan dua ketinggian yang berbeda dengan sudut kemiringan tertentu (lebih landai dari kemiringan tangga). Ramp yang ada di halte bus Trans-Jakarta sangat landai. Hal ini sesuai dengan standar ramp untuk aktifitas manusia. Kemiringan ramp yang digunakan untuk aktifitas manusia menggunakan perbandingan 1:7. Artinya untuk mencapai ketinggian satu meter, maka jarak mendatar yang dibutuhkan adalah tujuh meter. Sebagai perbandingan, kemiringan ramp yang digunakan untuk lalu lintas kendaraan misalnya mobil adalah 1:8. Contohnya bisa kita saksikan di gedung parkir ataupun di basement gedung yang digunakan sebagai tempat parkir.

Dari pengamatan yang saya lakukan, ramp di halte bus Trans-Jogja ini sama sekali tidak memenuhi persyaratan tersebut. Hasil pengamatan saya menunjukkan, untuk menuju ke ketinggian lantai halte yang 70-80 cm, jarak mendatarnya hanya 3,1 meter. Ini berarti kemiringannya hanya 1:3. Bahkan ada halte yang kemiringan rampnya sama dengan kemiringan tangga. Idealnya untuk mencapai ketinggian tersebut, jarak mendatar yang dibutuhkan adalah sekitar 4,9-5,6 meter. Kenapa kemiringan ramp ini penting? Sebenarnya untuk siapa ramp itu dibuat? Apakah betul-betul dibuat untuk mereka yang difabel? Atau hanya sekedar formalitas persyaratan perancangan bangunan?

Pada dasarnya, ramp dibuat untuk kemudahan akses bagi kaum difabel. Jika memang diperuntukan bagi kaum difabel maka kemiringan ramp tersebut harus dibenahi karena masih terlalu terjal. Misal suatu saat nanti ada seseorang yang menggunakan kursi roda dan hendak naik bus. Ketika menaiki ramp, ternyata kemiringannya terlalu besar, sehingga orang tersebut tidak dapat menaikinya. Padahal orang tersebut sendirian, dan tidak ada yang dapat menolongnya. Begitu pula jika yang akan menggunakannya adalah seorang kakek renta yang berjalan dibantu tongkat. Tentunya kakek tersebut akan kesulitan untuk menaikinya. Ramp yang seharusnya mempermudah akses malah menjadi penghalang akses. Mumpung belum terlanjur terbangun semua, sebaiknya rancangan ramp ini ditinjau kembali.

Ramp tersebut sebenarnya tidak hanya disediakan bagi para kaum difabel. Semua orang yang normal pun dapat menggunakannya. Jika kita merasa lelah untuk menaiki tangga misalnya. Kemudian ada falisitas ramp yang bisa diakses oleh semua orang. Tentunya kita tidak keberatan untuk menggunakannya. Selama ramp tersebut telah memenuhi persyaratan desain yang standar. Rancangan yang mampu mengakomodasi semua kepentingan seperti ini kerap disebut universal design.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.