Ikhwahfillah ada peluang beasiswa dari Qatar Charity
untuk para ikhwah S1 dan S2 yang masih kuliah.
Diutamakan untuk kampus-kampus seperti
UI, ITB, UGM IPB, UNS, UNJ, ITS, UNAIR, UNESA.
Kampus-kampus diluar itu coba saja dimasukkan.
Disediakan untuk sekitar 200 orang.
Syaratnya berprestasi dan kurang mampu.
Untuk ukuran berprestasi bisa ditunjukkan lewat CV
dan Transkrip nilai. CV lebih bagus jika dalam bahasa Inggris.
Jangan lupa fotonya ya. Sementara untuk ukuran kurang
mampu akan diurus belakangan. Yang penting datanya masuk
saja dulu.
CV beserta foto dan Transkrip nilai semuanya dikirim ke e-mail:
to : mhermawanin@yahoo. com
cc : aping_akhw@yahoo. com
cc : adji_biotek@ yahoo,com
Afwan sebelumnya info ini harus difollow up segera.
Baru saja ana hubungi PIC-nya beliau bilang
Senin ini akan diajukan data-datanya.
So, mohon bisa segera dikirim paling lambat
hari Senin 11 Februari 2008.
Jika antum baru membaca e-mail ini dan
terlambat, coba saja dimasukkan CV-nya.
Mudah-mudahan masih bisa diusahakan.
Mohon bantuannya untuk mendistribusikan
kepada ikhwah lain yang memerlukan info ini.
Demikian infomasinya. Jazakumulloh khoir.
GLOBAL EXCHANGE
January 22, 2008
informasi exchange dari british council
Kami mencari para relawan untuk berpartisipasi dalam program Global Xchange.
Global Xchange adalah program pertukaran pemuda berusia 18-25 dari berbagai negara untuk memberikan kesempatan bekerja sama, mengembangkan dan saling bertukar keterampilan, serta memberikan kontribusi praktis yang diperlukan oleh suatu komunitas tertentu. Selama 6 bulan, peserta akan tinggal dan bekerja berpasangan (satu dari masing-masing negara).
Program Global Xchange ini akan dimulai dari bulan Maret sampai September 2008. Relawan akan tinggal dan bekerja untuk tiga bulan di sebuah komunitas di Inggris (Maret – Juni 2008) dan diteruskan di Indonesia selamatiga bulan (Juni – September 2008).
Simak keterangan program sebelum mengisi formulir pendaftaran.
Pendaftaran akan ditutup pada hari Kamis, 31 January 2008, pukul 16:00 WIB.
Kami menyarankan Anda untuk mengirimkan formulir pendaftaran melalui email ke alamat berikut GX@britishcouncil.or.id .
Anda juga bisa mengirimkan aplikasi melalui post ke British Council (Global Xchange), Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Tower II, Lantai 16, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52 – 53, Jakarta 12190.
Hanya kandidat relawan terpilih yang akan mendapat pemberitahuan resmi dari kami dan pengumuman akan kami muat melalui website ini.
Mereka yang terpilih akan mengikuti Assessment Day pada tanggal 14 – 17 Februari 2008. Tempat akan diberitahukan kemudian.
Kami menawarkan kesempatan yang sama bagi semua orang dan mendorong para pelamar dari semua lapisan masyarakat. Kami menjamin wawancara bagi disabled people yang memenuhi persyaratan untuk posisi ini.
Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut atau telepon +62 21 515 5561.
http://www.britishcouncil.org/id/indonesia-society-global-exchange.htm
info beasiswa
December 22, 2007
dari seorang kawan seperjuangan
Tolong disebarkan untuk mereka yang berhak dan membutuhkan. Lebih
lengkap
dapat dilihat di www.lpi-dd.net
Sekolah Unggulan, berasrama dan bebas biaya, membuka pendaftaran
SMART Ekselensia Indonesia adalah sekolah tingkat menengah berasrama
dan
bebas biaya yang berada di bawah naungan Lembaga Pengembangan Insani
(LPI)
Dompet Dhuafa. Didirikan pada tahun 2004, sekolah ini telah memiliki
siswa
didik berjumlah 137 untuk 4 angkatan.
Sekolah yang diperuntukkan bagi anak-anak dari kalangan dhuafa yang
berprestasi dari seluruh Indonesia ini digagas untuk meningkatkan
harkat
dan derajat kaum dhuafa melalui program pendidikan dan pembinaan yang
komprehensif dan berkesinambungan. Diharapkan, setelah melalui proses
pendidikan dan pembinaan di SMART EI, setiap siswa memiliki bekal
berkarya
untuk bangsa, negara dan agamanya.
Proses seleksi hingga kedatangan calon siswa, serta pendidikan selama
berada di kampus SMART EI, tidak dipungut biaya apapun.
Persyaratan Umum
1) Berasal dari keluarga dhuafa (sesuai kriteria Dompet Dhuafa )
2) Laki-laki
3) Lulus/Tamat SD atau sederajat
4) Bersedia untuk mengikuti program belajar 5 tahun atau hingga
selesai
5) Memeroleh izin dari orang tua/wali
6) Memiliki prestasi akademik, dengan kriteria
7) Mendapat Rangking 1-5 di Kelas IV—VI
Rata-rata Nilai Rapor minimal 7,0 dan Rapor tidak ada nilai 5
9) Memiliki prestasi kegiatan pendukung, seperti olah raga, kesenian,
organisasi, atau keterampilan Bersedia mengikuti seluruh tahapan
seleksi
sesuai dengan ketentuan yang berlaku
10) Berbadan sehat dan tidak memiliki penyakit menular
Persyaratan Khusus
1) Mengisi formulir pendaftaran calon peserta seleksi
2) Fotokopi rapor kelas IV — VI yang telah dilegalisir oleh
sekolah asal.
3) Fotokopi ijasah/STTB/ STK
4) Fotokopi piagam penghargaan/ sertifikat
5) Surat keterangan tidak mampu dari Dewan Kesejahteraan Masjid
(DKM).
6) Surat Keterangan Gaji/Penghasilan orang tua/wali dan/atau anggota
keluarga yang menopang/ikut membantu pendapatan keluarga dari RT
atau RW
atau Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) setempat.
7) Surat pernyataan/izin mengikuti pendidikan di SMART EI dari orang
tua
Fotokopi rekening listrik 2 bulan terakhir
9) Fotokopi KTP/Surat Keterangan Domisili Tetap dari RT atau RW.
10) Fotokopi Kartu Keluarga/KK.
11) Pas Foto Calon Peserta ukuran 4 X 6 sebanyak 4 lembar.
Waktu dan Tempat Pendaftaran
Pendaftaran dibuka mulai tanggal 01 Januari sampai dengan tanggal 28
Februari 2008. Peserta dapat mendaftarkan diri di di Panitia Daerah
yang
terdekat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Panitia Nasional Seleksi SMART Ekselensia Indonesia
Bumi Pengembangan Insani,
Jl. Raya Parung Bogor Desa Jampang Kec. Kemang
Kabupaten Bogor—Jawa Barat 16330
Telp. 0251-610817 /610 818 Ext 11
www.lpi-dd.net
Panitia Daerah Seleksi SMART Ekselensia Indonesia
Daerah Seleksi : Bali
Bapak Hendry Sulistiono
LAZ DSM BALI
Jl. Diponegoro No. 157 Sangrah, Denpasar – Bali
Telp: 0857 3711 1100/ 0813 3812 3124/ 0361-855 7285
Daerah Seleksi : Banten
Ibu Sifa/ Bapak Ade
KONSORSIUM PEMBAHARU BANTEN
Jl. KM Idris No. 54 Neglasari Timur Rt 04/ Rw 13 Benggala, Serang
Banten
42117
Telp: 0856 9236 4906/ 0254-209392
Daerah Seleksi: Bogor
Bapak Setia Budi/ Asep Nurhalim
ETOS BOGOR
Jl. Babakan Tengah RT 02/ Rw 08 No. 107 Desa babakan Tengah Kecamatan
Darmaga 16680
Telp: 0818 0895 5849/ 0813 1515 0768
Daerah Seleksi: Jakarta
Bapak Abdurrahman
ETOS JAKARTA
Jl. Kedoya No. 39 Rt 01/ Rw 02 Pd. Cina Depok 16424
Telp: 0813 1084 5934
Daerah Seleksi: Gorontalo
Bapak Sumantimaku
YAYASAN AYATUL IKHWA
Jl. Limboto Raya No. 15 Ds. Tuladenggi Kec. Telaga Biru Gorontalo
96181
Telp: 0813 1659 2022/ 0435-838950
Daerah Seleksi: Bandung
Bapak Yudi Supriatna
DOMPET DHUAFA BANDUNG
Jl. Pasirkaliki No. 143 Lantai II Bandung – Jawa Barat 40173
Telp: 0813 2299 9211/ 022-6032281
Daerah Seleksi: Semarang
Bapak Efendi Nugroho
ETOS SEMARANG
Jl. Timoho III No. 30 Tembalang Semarang- Jawa Tengah
Telp: 0815 7509 0400/ 0817 954 1858/ 024-76482311
Daerah Seleksi: Surabaya
Ibu Nurul Aisyah
ETOS SURABAYA
Jl. Arif Rahman Hakim No. 58 B Sukolilo Surabaya-Jawa Timur
Telp. 0817 934 0271/ 031-71074803
Daerah Seleksi: Banjarbaru
Bapak Qomarudin Sukri
INTELLECTUAL MOSLEM YOUTH COMMUNITY (IMYCo)
Jl. Putri Junjung Buih Gg. Kelinci II No. 4 Banjar Baru-Kalsel 70511
Telp. 0812 9933 284/ 0511-7751720
Daerah Seleksi: Pontianak
Bapak Duin/ Kiryan
DOMPET UMMAT
Jl. Tanjungsari NO. 40 Pontianak-Kalimanta n Barat
Telp: 0561-7032360/ 735978
Daerah Seleksi: Balikpapan
Bapak Kamaludin
DOMPET DHUAFA KALTIM
Jl. Mr. Iswahyudi No. 10 Rt 56 Sepinggan Gunung Bahagia Balikpapan -
Kaltim
Telp: 0813 1761 6260/ 0542-7209738
Daerah Seleksi: Lampung
Bapak Juperta Panji Utama
LAZ LAMPUNG PEDULI
Jl. S. Parman 19 Palapa Tanjung Karang Pusat, Bandar lampung 35113
Telp: 0815 4048 877/ 0721-267582
Daerah Seleksi: Tual-Ambon
Bapak Musalim Temawut
YAYASAN DARUL ISTIQOMAH
Jl. Tanah Putih Utara No. 3 Rt 03/ Rw 04 Kel. Lodar Tual – Maluku
Tenggara
Telp: 0852 4301 2050/ 0916-21705
Daerah Seleksi: Kupang
Bapak Muhsin Thalib
YAYASAN IBADURRAHMAN
Jl. Keuangan Negara No. 32 Kupang – NTT
Telp: 0813 3941 7280/ 0380-882046
Daerah Seleksi: Sorong
Bapak Daeng Risabang/ Said Karim
SDIT AL- IZZAH
Komplek Masjid Agung Al- Akbar Sorong – Papua Barat
Telp: 0813 4390 9221/ 0813 4441 6886
Daerah Seleksi: Jayapura
Bapak Juandi
YAYASAN AS-SALAM PAPUA JAYAPURA
Jl. Raya Abepura No. 3A Entrop Jayapura Selatan 99224
Telp: 0813 4440 3303/ 0967-551904
Daerah Seleksi: Pekanbaru
Bapak Dwi Purwanto
LAZ SWADAYA UMMAH
Jl. Tuanku Tambusai Perkantoran Mella Lt. 2 Blok G No. 5 Pekanbaru
Riau
Telp: 0813 7834 3431/ 0761-572314
Daerah Seleksi: Makassar
Bapak Anwar
ETOS MAKASSAR
Jl. Perintis Kemerdekaan Km 10 Tamalanrea-Makassar 90245
Telp: 0813 4292 5665/ 0411-4772803
Daerah Seleksi: Banggai
Bapak Hidayat Mondarfa
FORUM KOMUNIKASI REMAJA MASJID BANGGAI
Jl. P. Komodo No. 39 Kel. Simpong Kec. Luwuk Kab. Banggai Sulawesi
Tengah
Telp: 0815 2476 2220/ 0461-324093
Daerah Seleksi: Kendari
Bapak Lamalesi
YAYASAN BINA DHUAFA SULAWESI TENGGARA
Perumahan Dosen Blok P No. 8 Anduonohu Kendari Sulawesi Tenggara
Telp: 0813 8146 8445/ 0401-392481
Daerah Seleksi: Padang
Bapak Firmansyah
DOMPET DHUAFA SINGGALANG
Jl. Veteran No. 17 padang 25116
Telp: 0751-823 5775/ 705 4086
Daerah Seleksi: Palembang
Ibu Desi/ Ani
DOMPET SOSIAL INSAN MULIA
Jl. Kapten Anwar Sastro No. 20 Komplek Masjid Baitul Miraj Palembang
30129
Telp: 0813 7346 3825/ 0711-7076437
Daerah Seleksi: Medan
Bapak Ir. Simatupang
LAZ PEDULI UMAT WASPADA
Jl. Brigjend Katamso No. 1 Medan 20151 Medan – Sumatera Utara
Telp: 0813 6144 6225/ 061-4511936
Daerah Seleksi: Yogyakarta
Bapak Untoro Wahyu/ Bapak Syafi’i
LEMBAGA ADVOKASI PENDIDIKAN YOGYAKARTA (LAPY)
Jl. Kaliurang Km 6 Pandega Padma II/ 15 Ds. Sinduadi Kec. Mlati Kab.
Sleman
DIY
Telp: 0817 5455 393/ 0274-885127
——————–
———————————–
Fahdi Faaz
Teknik Arsitektur UGM 2004
Ketua Forum Alumni Pelajar Islam SMA 1 Cilacap 2005-2006
Pengisi Rubrik Keliling Kota Harian KOMPAS Yogyakarta
Penerima Beasiswa Prestasi Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis (PPSDMS) Nurul Fikri 2006-2008
mobile phone : 0856 4340 1856
email : king_fahd_arch@yahoo.com ; fahdi_faaz@yahoo.co.uk
greendezign.wordpress.com
AKSI SIMPATIK HARI ANTI KORUPSI SEDUNIA
December 14, 2007
AKSI SIMPATIK HARI ANTI KORUPSI SEDUNIA
Oleh : Fahdi Faaz[1]
Hari ahad, 9 desember, pukul 10 pagi hari. Mentari yang menyinari Kota Jogjakarta cukup terik. Langit sangat cerah. Tidak ada awan sedikitpun yang terlihat. Di tengah jalan, terlihat seorang laki-laki mengenakan jas hitam, topi berbentuk telinga tikus, serta moncong kerucut berbentuk merah, menenteng sebuah tas bertuliskan ”uang rakyat”. Di lehernya terapat sebuah tali yang ujungnya berakhir di tangan seorang laki-laki yang mengenakan papan bertuliskan KPK. Sekitar tiga puluh mahasiswa dan mahasiswi yang lain, sibuk mengangkat poster, membagi stiker, buku tentang korupsi, dan pin kepada pengguna jalan. Kaos hitam yang mereka kenakan menyerap panas lebih banyak lagi. Akan tetapi, tulisan ”LAWAN KORUPSI!” berwarna merah menyala di punggung mereka, membangkitkan semangat mereka untuk tidak menghiraukan panas yang menyengat tersebut. Mereka tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada mengadakan aksi simpatik dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh pada hari ahad itu.
|
Sejak korupsi ditetapkan oleh PBB sebagai kejahatan kemanusiaan luar biasa (extraordinary humanity crime), berbagai upaya dilakukan untuk melawannya. Aksi simpatik ini merupakan salah satu diantaranya. Aksi ini dilaksanakan di Jalan Abu Bakar Ali, sekitar tiga ratus meter sebelah timur Stasiun Besar Yogyakarta. Dalam aksi ini, sebagian mahasiswa bertugas untuk membawa poster sederhana. Poster ini berisi kecaman terhadap para koruptor dan tuntutan kepada pemerintah agar menindak tegas para koruptor. Sebagian yang lain membawa spanduk besar bertuliskan ”SAY NO TO CORRUPTION!”. Sisanya berjuang menyusup diantara kendaraan-kendaraan yang sedang berhenti, menebarkan senyum, mengajak bicara pengguna jalan, sambil membagikan stiker, buku, dan pin bertuliskan “Aku Bukan Koruptor!”.
Banyak pengalaman menarik yang saya dapatkan ketika mengikuti aksi ini. Di perjalanan, saya melihat seorang perempuan seusia anak sekolah menengah atas, dengan asyiknya membaca buku tentang korupsi itu. Padahal dia sedang membonceng sepeda motor, dan dia tidak berpegang pada apapun ketika membonceng. Ada lagi ketika saya membagikan stiker di bahu selatan jalan, dari bahu utara jalan ada dua orang laki-laki yang kemudian memanggil saya. Rupanya orang tersebut tertarik dengan apa yang kami bagikan. Saya pun segera menghampiri dua orang tersebut, sambil waspada melintasi deretan kendaran yang siap melaju.
Hampir sebagian besar pengguna jalan memberi apresiasi positif terhadap aksi yang kami lakukan. Ada yang kemudian memberi semangat kepada kami, ada pula yang meminta tambahan stiker ataupun pin. Namun tidak semua orang peduli dengan aksi kami. Beberapa kali tawaran saya ditolak langsung. Meskipun sudah saya katakan bahwa aksi ini adalah aksi simpatik terhadap penolakan korupsi, dan dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia.
Sebelum aksi kami berakhir, kami mengadakan long march kecil mengitari bekas gardu listrik peninggalan zaman penjajahan. Kami berjalan beriringan sambil menyanyikan lagu-lagu perjuangan serta meneriakan tuntutan agar para koruptor diadili dan dihukum seberat-beratnya. Aksi kami akhiri dengan pernyataan sikap bersama yang dibacakan oleh Oce Madril, dari Pusat Kajian Anti Korupsi. Dalam pernyataan sikap ini, dinyatakan bahwa meskipun aksi ini kecil, namun hal inilah bentuk nyata yang dapat kami lakukan sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi bangsa dan negara. Predikat negara terkorup di dunia masih melekat erat mengiringi nama Indonesia. Aksi ini hanyalah sebagai sarana kecil untuk mengajak masyarakat untuk menyadari bahaya korupsi. Serta sebagai sarana untuk mengingatkan pemerintah bahwa perjuangan melawan korupsi harus terus menerus dilakukan.
Korupsi sudah bukan hanya tanggung jawab penegak hukum saja, tetapi tanggung jawab semua elemen masyarakat. Kesadaran masyarakat untuk menjadikan korupsi sebagai public enemy harus selalu ditanamkan. Aksi kecil ini merupakan salah satu caranya. Sebagai penutup, aksi ini hanyalah salah satu upaya kecil untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.
[1] Mahasiswa Arsitektur UGM, Aktivis Mahasiswa, Peserta Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis-Nurul Fikri
RAMP HALTE BUS TRANS-JOGJA: UNTUK SIAPA ?
December 14, 2007
RAMP HALTE BUS TRANS-JOGJA: UNTUK SIAPA ?
Oleh: Fahdi Faaz
Peserta PPSDMS Nurul Fikri
Mahasiswa Arsitektur Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Semenjak akan diberlakukannya bus Trans-Jogja, pemerintah langsung melakukan berbagai persiapan. Yang paling terlihat adalah dengan adanya pendirian halte bus. Halte bus inilah yang nantinya diharapkan sebagai satu-satunya tempat bus berhenti untuk menaikkan ataupun menurunkan penumpang. Harapannya bus Trans-Jogja dapat beroperasi setelah halte bus ini sepenuhnya selesai dibangun.
Memperhatikan desainnya, kita akan teringat pada halte bus untuk busway Trans-Jakarta. Bentuknya ramping memanjang, sejajar dengan jalan. Material yang digunakan adalah logam sebagai rangka pembentuknya dan kaca sebagai bidang penutupnya. Terkesan sangat modern. Namun halte bus trans-Jogja ini memiliki beberapa perbedaan dengan halte bus Trans-Jakarta. Pertama, nuansa lokal Jogja masih dapat kita temui di halte ini. Atap miring yang digunakan di beberapa halte, mengingatkan kita dengan rumah tradisional Jawa yang kita kenal dengan panggang pe.
Kedua, dominasi warna coklat pada material aluminium yang digunakan membuatnya terlihat lebih dekat dengan alam. Berbeda dengan warna abu-abu pada material halte bus Trans-Jogja yang didominiasi warna abu-abu. Ketiga, busway Trans-Jakarta memiliki jalur khusus dan calon penumpang masuk dari arah kanan. Sedangkan bus Trans-Jogja nantinya tidak memiliki jalur khusus dan calon penumpang tetap naik dari arah kiri. Seperti halnya halte bus Trans-Jakarta, lantai halte ini lebih tinggi dari muka jalan, dengan harapan penumpang tidak kesulitan ketika akan memasuki bus. Untuk mencapainya pun disediakan tangga dan ramp.
Nah, perbedaan selanjutnya adalah ramp. Ramp adalah suatu bidang miring yang menghubungkan dua ketinggian yang berbeda dengan sudut kemiringan tertentu (lebih landai dari kemiringan tangga). Ramp yang ada di halte bus Trans-Jakarta sangat landai. Hal ini sesuai dengan standar ramp untuk aktifitas manusia. Kemiringan ramp yang digunakan untuk aktifitas manusia menggunakan perbandingan 1:7. Artinya untuk mencapai ketinggian satu meter, maka jarak mendatar yang dibutuhkan adalah tujuh meter. Sebagai perbandingan, kemiringan ramp yang digunakan untuk lalu lintas kendaraan misalnya mobil adalah 1:8. Contohnya bisa kita saksikan di gedung parkir ataupun di basement gedung yang digunakan sebagai tempat parkir.
Dari pengamatan yang saya lakukan, ramp di halte bus Trans-Jogja ini sama sekali tidak memenuhi persyaratan tersebut. Hasil pengamatan saya menunjukkan, untuk menuju ke ketinggian lantai halte yang 70-80 cm, jarak mendatarnya hanya 3,1 meter. Ini berarti kemiringannya hanya 1:3. Bahkan ada halte yang kemiringan rampnya sama dengan kemiringan tangga. Idealnya untuk mencapai ketinggian tersebut, jarak mendatar yang dibutuhkan adalah sekitar 4,9-5,6 meter. Kenapa kemiringan ramp ini penting? Sebenarnya untuk siapa ramp itu dibuat? Apakah betul-betul dibuat untuk mereka yang difabel? Atau hanya sekedar formalitas persyaratan perancangan bangunan?
Pada dasarnya, ramp dibuat untuk kemudahan akses bagi kaum difabel. Jika memang diperuntukan bagi kaum difabel maka kemiringan ramp tersebut harus dibenahi karena masih terlalu terjal. Misal suatu saat nanti ada seseorang yang menggunakan kursi roda dan hendak naik bus. Ketika menaiki ramp, ternyata kemiringannya terlalu besar, sehingga orang tersebut tidak dapat menaikinya. Padahal orang tersebut sendirian, dan tidak ada yang dapat menolongnya. Begitu pula jika yang akan menggunakannya adalah seorang kakek renta yang berjalan dibantu tongkat. Tentunya kakek tersebut akan kesulitan untuk menaikinya. Ramp yang seharusnya mempermudah akses malah menjadi penghalang akses. Mumpung belum terlanjur terbangun semua, sebaiknya rancangan ramp ini ditinjau kembali.
Ramp tersebut sebenarnya tidak hanya disediakan bagi para kaum difabel. Semua orang yang normal pun dapat menggunakannya. Jika kita merasa lelah untuk menaiki tangga misalnya. Kemudian ada falisitas ramp yang bisa diakses oleh semua orang. Tentunya kita tidak keberatan untuk menggunakannya. Selama ramp tersebut telah memenuhi persyaratan desain yang standar. Rancangan yang mampu mengakomodasi semua kepentingan seperti ini kerap disebut universal design.
KLAKSON KENDARAAN BERMOTOR & TOLERANSI PENGENDARA
November 13, 2007
KLAKSON KENDARAAN BERMOTOR & TOLERANSI PENGENDARA
Oleh: Fahdi Faaz
Pemerhati Arsitektur Kota
Mahasiswa Arsitektur Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Ketika lampu di perempatan baru menyala hijau, belum ada tiga detik, kita acap kali mendengar bunyi klakson dari kendaraan di samping, ataupun di depan atau belakang kita. Atau barangkali kita sendiri yang juga ikut membunyikannya. Bunyi klakson yang dimaksudkan agar pengendara di depannya segera menancap gas dan segera berlalu. Sehingga kendaraan yang lain yang ada di belakangnya pun dapat segera mengikuti.
Kejadian semacam itu dapat kita jumpai hampir di semua persimpangan jalan. Bahkan di tempat lain, yang bukan persimpangan jalan pun, sering kita jumpai hal yang serupa. Taruhlah misalnya ada sebuah mobil yang hendak parkir di tepi jalan. Karena ruangnya sempit, otomatis mobil tersebut akan berhenti sejenak untuk mengatur badannya agar dapat diparkir dengan mudah. Ketika mobil tersebut baru berhenti beberapa detik saja, disusul dengan antrian kendaraan di belakangnya, yang berakhir dengan bunyi klakson yang bertalu-talu. Berbeda tetapi serupa. Sama-sama membunyikan klakson untuk mempercepat gerak apapun atau siapapun yang ada di depannya.
Apakah dengan membunyikan klakson itu dapat mempercepat pekerjaan sang juru mudi? Tentu tidak. Justru boleh jadi dengan adanya suara klakson tersebut malah bisa memperkeruh suasana. Apalagi jika terjadi pada jam-jam sibuk, dan sang juru mudi adalah tipe orang yang temperamental. Penggunaan klakson memang pada dasarnya untuk memberi tanda atau peringatan. Namun mengingat suaranya yang tidak semerdu dering suara handphone ataupun bel pintu rumah, hendaknya kita juga sadar dengan konsekuensinya. Dalam keadaan yang panas, penat, dan lelah, ditambah pada jam-jam sibuk dimana tingkat stress orang biasanya sedang memuncak, suara klakson yang dibunyikan malah bisa menambah suasana menjadi lebih buruk.
Yang perlu kita perhatikan adalah, ketika berada di lampu merah, ataupun ketika ada mobil atau kendaraan lain yang mengganggu arus lalu lintas, hendaknya kita bia memberi toleransi. Boleh jadi pada saat lampu menyala hijau, sedangkan yang berada di barisan depan tidak segera bergerak, dimungkinkan ada masalah dengan kendaraannya. Begitu pula pada saat ada kendaraan yang memotong arus lalu lintas, mereka pun mengetahui resiko yang akan terjadi ketika memotong jalan. Boleh jadi saat sang juru mudi memotong jalan, dia sedang dalam keadaan yang kurang enak. Maka, jangan sampai kita memperburuk keadaanya dengan membunyikan klakson yang suaranya tidak merdu itu.
Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Jika dari hal yang kecil ini kita perhatikan dan kita tanggapi, maka harapan Kota Yogyakarta yang pluralis dan multikultural ini menjadi City of Tolerance dapat terwujud.
TROTOAR & PERMASALAHANNYA
November 13, 2007
TROTOAR & PERMASALAHANNYA
Oleh: Fahdi Faaz
Pemerhati Arsitektur Kota
Mahasiswa Arsitektur Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Kapan terakhir kali kita berjalan di trotoar? Barangkali sebagian dari kita akan menjawab, ”Oh, itu bertahun-tahun yang lalu!”. Bahkan boleh jadi ada yang menjawab tidak pernah sama sekali. Dengan berbagai alasan, baik itu karena kesibukan, trotoar yang tidak nyaman, adanya moda transportasi yang lain dan sebagainya.
Trotoar bisa meruakan area pemisah dan pembatas antara jalan dengan halaman atau bangunan. Trotoar dapat mudah dijumpai di sepanjang jalan di dalam kota. Sedikit sekali bahkan jarang ada trotoar yang ada di sepanjang jalan di luar kota. Umumnya di bawah trotoar adalah saluran air buangan kota (riol). Air kotor dan air buangan baik dari jalan maupun dari rumah, selain dibuang di sumur peresapan, ada pula yang disalurkan ke riol. Ukuran lebar trotoar bervariasi antara 1,5 m hingga 3 m. Dalam istilah bahasa Inggris, trotoar berarti sidewalk yang dimaksudkan sebagai tempat untuk berjalan kaki yang berada di samping jalan umum.
Idealnya, sebagai salah satu tempat untuk beraktifitas, maka pengguna trotoar harus mendapatkan kenyamanan. Namun melihat sedikitnya pengguna trotoar (pejalan kaki), bisa dipastikan ada yang tidak sesuai. Dari pengamatan yang pernah saya lakukan beberapa waktu yang lalu, trotoar di Yogyakarta memiliki beberapa permasalahan. Yang pertama, kondisi trotoar seringkali rusak, bahkan ada yang jebol sehingga tidak dapat dilalui. Trotoar yang kondisinya seperti ini biasanya karena hampir tidak pernah digunakan, sehinga tidak terawat. Kondisi seperti ini dapat kita saksikan di Jalan Kaliurang di sekitar Gama Book Plaza beberapa waktu yang lalu.
Yang kedua, dengan mempertimbangkan kondisi iklim di Indonesia yang tropis, yang pada siang hari selalu mendapat sinar matahari, maka perlu adanya peneduh dari sengatan panas siang hari. Hampir di semua trotoar di kota ini tidak didapatkan adanya peneduh / pelindung sinar matahari siang hari. Kecuali di beberapa tempat misalnya di Jalan Solo, dari perempatan Gramedia ke arah barat hingga pertigaan JPM. Serta di kawasan Kotabaru. Sayangnya di Kotabaru yang trotoarnya cukup teduh, ternyata jarang ada pejalan kaki. Hal ini salah satunya karena kotabaru adalah kawasan hunian bukan komersil. Pejalan kaki akan lebih mudah ditemui di kawasan komersil.
Yang ketiga, adanya pedagang yang menggelar dagangannya di trotoar. Tidak hanya pedagang kaki lima, toko-toko yang letaknya di tepi jalan pun, seringkali memasang banner ataupun papan promosi barang atau jasanya di trotoar. Tentu hal ini sangat mengganggu akses para pejalan kaki. Masalah yang ketiga ini yang paling banyak dijumpai di trotoar manapun. Misalnya di sepanjang Malioboro, Jalan Solo dari perempatan Gramedia ke timur hingga lampu merah ujung Jalan Affandi, Jalan Affandi itu sendiri, dan Jalan Kaliurang dari perempatan Mirota Kampus hingga perempatan Kentungan.
Lantas bagaimana mengatasinya? Untuk peneduh, langkah yang diambil pemerintah kota dengan memasang kanopi yang nantinya ditubuhi tanaman hijau di trotoar utara Tugu Adipura hingga Kotabaru, cukup baik. Yang lebih baik lagi adalah adanya pohon-pohon dengan kanopi besar yang mampu menaungi pejalan kaki seperti di Kotabaru. Selain sebagai peneduh, akar pohon-pohon ini juga mampu menyimpan cadangan air di dalam tanah. Sehinga ketika musim kemarau, cadangan air tanah masih ada, dan kita tidak mengalami kekeringan.
Bagaimana dengan pedagang? Yang penting tetap memberi kemudahan akses bagi para pejalan kaki untuk dapat leluasa berjalan di trotoar tersebut, dan tetap menjaga agar trotoarnya tetap baik dan bersih. Serta tidak menjadi tempat timbunan sampah, mengingat ada saluran air kota yang ada di bawahnya. Sedangkan terhadap trotoar yang jarang digunakan, apakah sebaiknya trotoarnya ditiadakan sekalian? Tidak. Akan lebih baik jika di sepanjang trotoar itu dipasang pot-pot yang kemudian ditanami tanaman-tanaman hijau. Selain menyejukan pandangan, sebatang tanaman hijau saja mampu menyerap satu ton karbon dioksida selama masa hidupnya. Apalagi jika deretan tanaman hijau di sepanjang jalan. Nah!